UT (Ultrasonic Testing / Pengujian Ultrasonik)

Ultrasonic Testing (UT) adalah metode NDT yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (umumnya 0,5 hingga 25 MHz) yang ditransmisikan ke dalam material untuk mendeteksi diskontinuitas internal—seperti retak, laminasi, porositas, lack of fusion, dan lack of penetration pada sambungan las—serta untuk mengukur ketebalan dinding material. Gelombang ultrasonik yang bertemu dengan diskontinuitas atau batas material akan dipantulkan kembali dan dideteksi oleh transduser, menghasilkan sinyal yang diinterpretasikan inspektur untuk menentukan lokasi, ukuran, dan orientasi cacat. Standar utama mencakup ASME Section V Article 4 dan ASTM E164.

Dalam inspeksi industri Indonesia, dua teknik UT yang paling umum digunakan adalah Pulse-Echo (PE) yang menggunakan satu transduser sebagai pemancar dan penerima, dan Through-Transmission yang menggunakan dua transduser di sisi berlawanan objek. Pengembangan terkini yang semakin banyak diadopsi adalah TOFD (Time of Flight Diffraction) dan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) yang memberikan visualisasi cacat yang jauh lebih akurat dan dapat didokumentasikan secara digital. Keunggulan UT adalah kemampuannya mendeteksi cacat internal yang tidak dapat ditemukan oleh PT atau MT, namun memerlukan inspektur dengan keahlian interpretasi yang lebih tinggi dan kalibrasi peralatan yang cermat agar hasilnya dapat diandalkan.