Metode Tes Tertulis dalam Asesmen
Tes Tertulis dalam asesmen kompetensi adalah metode pengumpulan bukti yang menilai pengetahuan yang mendasari suatu kompetensi melalui instrumen berupa soal pilihan ganda, esai, studi kasus tertulis, atau kombinasinya. Tes tertulis paling efektif digunakan untuk menilai aspek pengetahuan (knowledge) dan pemahaman teoritis dari unit kompetensi, namun tidak cukup memadai sebagai satu-satunya metode untuk menilai kompetensi yang mensyaratkan demonstrasi keterampilan praktis di lapangan.
Salah satu kekeliruan sistemik dalam praktik sertifikasi kompetensi di Indonesia adalah penggunaan tes tertulis sebagai metode tunggal untuk hampir semua unit kompetensi, termasuk unit yang mensyaratkan keterampilan teknis yang nyata. Praktik ini—yang sering didorong oleh pertimbangan efisiensi biaya dan waktu—menghasilkan pemegang sertifikat yang lulus ujian tulis namun tidak dapat melaksanakan pekerjaan yang disertifikasi. Asesor yang profesional menggunakan tes tertulis sebagai salah satu komponen bukti, dikombinasikan dengan observasi atau wawancara teknis untuk memastikan keutuhan penilaian kompetensi secara menyeluruh dan berimbang.