Safety performance diukur melalui lagging indicators: Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR), Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR), severity rate, dan jumlah property damage/near miss yang dilaporkan.
Leading indicators yang lebih proaktif: persentase operator bersertifikat SIO, compliance rate pre-operation check, completion rate safety training, hasil safety audit/inspection, dan tingkat partisipasi dalam safety observation program.
Strategi peningkatan: safety training berkelanjutan, behavior-based safety program, reward & recognition untuk safe behavior, investigation mendalam setiap incident, dan continuous improvement berdasarkan lesson learned.
SIO.co.id tidak hanya menyediakan pelatihan teknis SIO, tetapi juga program safety leadership dan safety culture development untuk supervisor dan manajemen agar tercipta lingkungan kerja dengan zero accident mindset.
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Tim ahli kami siap membantu Anda memahami lebih detail tentang Bagaimana mengukur dan meningkatkan safety performance dalam operasi alat berat?. Konsultasikan kebutuhan SIO atau SIA perusahaan Anda secara gratis.
Butuh Bantuan Profesional?
Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan Surat Ijin Alat (SIA), Surat Ijin Operatiro(SIO) dan Sertifikasi K3. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.
Novitasari
Nafa Dwi Arini
Informasi Penting
Jawaban ini telah diverifikasi oleh tim ahli sertifikasi SIO dan SIA yang berpengalaman. Informasi dapat berubah sesuai dengan regulasi terbaru dari KEMNAKER RI. Untuk informasi terkini, hubungi tim kami atau kunjungi website resmi KEMNAKER.