JSA (Job Safety Analysis) adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi bahaya potensial dalam setiap langkah pekerjaan dan menentukan kontrol yang diperlukan sebelum mulai operasi.
Komponen JSA:
- Job steps: Breakdown pekerjaan menjadi langkah-langkah sequential
- Hazard identification: Identifikasi bahaya di setiap langkah
- Risk assessment: Evaluasi tingkat risiko (probability x severity)
- Control measures: Tindakan pencegahan untuk mitigasi risiko
Contoh JSA untuk Excavator Operation:
Step 1: Pre-operation inspection
- Hazard: Slip/trip saat walk-around
- Control: Wear safety shoes, clean walkway
Step 2: Mobilisasi ke work area
- Hazard: Collision dengan worker/equipment
- Control: Use spotter, sound horn, maintain 3m clearance
Step 3: Digging operation
- Hazard: Underground utility strike, trench collapse
- Control: Verify utility map, proper shoring, safe slope angle
Tanggung Jawab Operator:
- Participate dalam JSA briefing setiap shift
- Follow control measures yang sudah ditetapkan
- Report kondisi yang berubah (new hazard)
- Stop work jika unsafe condition teridentifikasi
JSA adalah living document - harus diupdate jika ada perubahan scope atau kondisi.
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Tim ahli kami siap membantu Anda memahami lebih detail tentang Apa itu JSA dan bagaimana operator alat berat menggunakannya?. Konsultasikan kebutuhan SIO atau SIA perusahaan Anda secara gratis.
Butuh Bantuan Profesional?
Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan Surat Ijin Alat (SIA), Surat Ijin Operatiro(SIO) dan Sertifikasi K3. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.
Novitasari
Nafa Dwi Arini
Informasi Penting
Jawaban ini telah diverifikasi oleh tim ahli sertifikasi SIO dan SIA yang berpengalaman. Informasi dapat berubah sesuai dengan regulasi terbaru dari KEMNAKER RI. Untuk informasi terkini, hubungi tim kami atau kunjungi website resmi KEMNAKER.