Tugas Tim Tanggap Darurat di Perusahaan: Fungsi, Struktur, dan Prosedur

Tim sio.co.id 13 Oct 2024 5 menit baca
Tugas Tim Tanggap Darurat di Perusahaan: Fungsi, Struktur, dan Prosedur

Tim tanggap darurat adalah kelompok personel yang ditunjuk dan dilatih khusus untuk merespons keadaan darurat di tempat kerja. Keberadaan tim ini diwajibkan oleh K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Setiap perusahaan dengan potensi bahaya tinggi, seperti yang menggunakan alat berat, wajib memiliki tim tanggap darurat yang terstruktur.

Struktur Organisasi Tim Tanggap Darurat

Struktur tim tanggap darurat umumnya terdiri dari beberapa peran kunci yang saling terkoordinasi. Berikut adalah struktur yang lazim diterapkan di perusahaan:

  • Komandan Tanggap Darurat (Incident Commander): Bertanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan dan koordinasi seluruh aktivitas penanganan darurat.
  • Tim Pemadam Kebakaran (Fire Fighting Team): Bertugas memadamkan api awal dan mengendalikan kebakaran hingga bantuan tiba.
  • Tim Evakuasi (Evacuation Team): Mengarahkan dan membantu evakuasi karyawan ke titik kumpul aman.
  • Tim Pertolongan Pertama (First Aid Team): Memberikan bantuan medis awal pada korban cedera.
  • Tim Komunikasi (Communication Team): Menghubungi pihak eksternal seperti pemadam kebakaran, ambulans, dan manajemen perusahaan.
  • Tim Logistik (Logistics Team): Menyediakan peralatan darurat, seperti APAR, tandu, dan alat komunikasi.

Setiap anggota tim harus memiliki SIO (Surat Ijin Operator) yang relevan jika bertugas mengoperasikan alat berat saat darurat, misalnya untuk memindahkan material atau membuka akses jalan.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama Tim Tanggap Darurat

Identifikasi dan Penilaian Risiko

Tim tanggap darurat bertugas mengidentifikasi potensi keadaan darurat melalui HAZID (Hazard Identification) dan HAZOP (Hazard and Operability Study). Hasil identifikasi digunakan untuk menyusun prosedur tanggap darurat yang spesifik.

Penyusunan Prosedur Tanggap Darurat

Tim menyusun dokumen prosedur tetap (SOP) untuk setiap jenis keadaan darurat, seperti kebakaran, ledakan, kebocoran bahan kimia, gempa bumi, dan kecelakaan alat berat. SOP harus mencakup langkah evakuasi, titik kumpul, dan jalur penyelamatan.

Pelatihan dan Simulasi Berkala

Anggota tim wajib mengikuti pelatihan tanggap darurat minimal setahun sekali, termasuk simulasi kebakaran dan evakuasi. Pelatihan ini harus sesuai standar SMK3 (Sistem Manajemen K3) yang diatur dalam PP No. 50 Tahun 2012.

Pemeliharaan Peralatan Darurat

Tim bertugas memeriksa dan merawat peralatan darurat secara rutin, seperti APAR, hidran, kotak P3K, alarm kebakaran, dan alat pelindung diri (APD). Pemeriksaan dicatat dalam buku inspeksi.

Koordinasi dengan Pihak Eksternal

Saat terjadi darurat, tim harus menghubungi instansi terkait seperti pemadam kebakaran, ambulans, dan rumah sakit. Nomor kontak darurat harus tersedia di setiap area kerja.

Prosedur Tanggap Darurat untuk Keadaan Darurat Umum

Berikut adalah langkah-langkah umum yang harus dilakukan tim tanggap darurat:

  1. Identifikasi keadaan darurat dan aktifkan alarm darurat.
  2. Evakuasi seluruh personel ke titik kumpul yang telah ditentukan.
  3. Lakukan headcount untuk memastikan semua orang selamat.
  4. Padamkan api awal jika aman dilakukan (kebakaran kecil).
  5. Berikan pertolongan pertama pada korban.
  6. Hubungi pihak eksternal sesuai kebutuhan.
  7. Dokumentasikan kejadian untuk investigasi selanjutnya.

Peran Tim Tanggap Darurat dalam Penanganan Kecelakaan Alat Berat

Di perusahaan yang menggunakan alat berat seperti forklift, excavator, atau crane, tim tanggap darurat harus siap menghadapi kecelakaan seperti terguling, tabrakan, atau jatuh dari ketinggian. Operator alat berat yang menjadi anggota tim harus memiliki SIO Forklift atau sertifikasi operator yang sesuai. Prosedur khusus meliputi:

  • Mematikan mesin dan mengamankan area.
  • Mengekstraksi korban dari kabin menggunakan peralatan hidrolik.
  • Menyediakan jalur evakuasi yang bebas hambatan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa jumlah minimal anggota tim tanggap darurat?

Tidak ada angka pasti, namun disarankan minimal 5–10 orang tergantung jumlah karyawan dan tingkat risiko. Peraturan mewajibkan perusahaan memiliki tim yang proporsional.

Apakah tim tanggap darurat harus disertifikasi?

Anggota tim harus mengikuti pelatihan K3 yang diakui, misalnya pelatihan pemadam kebakaran dari Kemnaker atau sertifikasi Ahli K3 Umum untuk komandan tim.

Bagaimana cara mengevaluasi efektivitas tim tanggap darurat?

Evaluasi dilakukan melalui simulasi berkala, audit internal SMK3 (PP 50/2012), dan review prosedur pasca-kejadian. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.

Apa sanksi jika perusahaan tidak memiliki tim tanggap darurat?

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970, perusahaan dapat dikenakan sanksi pidana kurungan atau denda. Selain itu, perusahaan bisa kehilangan izin operasi jika terbukti lalai.

Kesimpulan

Tim tanggap darurat adalah komponen vital dalam sistem manajemen K3 perusahaan. Dengan struktur yang jelas, tugas yang terdefinisi, dan pelatihan rutin, tim ini mampu meminimalkan korban jiwa dan kerugian material saat keadaan darurat. Pastikan perusahaan Anda membentuk tim tanggap darurat yang kompeten dan selalu siap siaga. Untuk informasi lebih lanjut tentang K3 dan sertifikasi operator, baca artikel Panduan Lengkap K3 di Tempat Kerja.

Sumber & referensi

Bagikan: WhatsApp LinkedIn

Artikel ini bersifat edukasi. Verifikasi syarat dan ketentuan terbaru pada instansi atau lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.