Memahami Persyaratan Labeling Produk dalam ISO 22000
Novitasari
1 day ago

Memahami Persyaratan Labeling Produk dalam ISO 22000

Pelajari persyaratan labeling produk dalam standar ISO 22000 untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan pangan. Temukan bagaimana penggunaan label yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memenuhi standar internasional.

Dari Pabrik ke Piring: Mengapa Label Makanan Anda Bukan Sekadar Stiker?

Pernahkah Anda membeli produk makanan, lalu bingung membaca informasi pada kemasannya? Atau, sebagai pelaku usaha, apakah Anda sering merasa bahwa proses pelabelan hanyalah formalitas akhir sebelum produk keluar gudang? Jika iya, Anda tidak sendirian. Namun, dalam ekosistem keamanan pangan modern, label adalah jembatan komunikasi kritis antara produsen dan konsumen, sekaligus bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan. Fakta mengejutkan: berdasarkan pengawasan BPOM, salah satu pelanggaran terbanyak di sektor pangan olahan justru terkait ketidaktepatan informasi pada label, mulai dari klaim nutrisi yang menyesatkan hingga ketiadaan informasi alergen yang memadai.

Di sinilah standar internasional seperti ISO 22000 berperan. Banyak yang mengira ISO 22000 hanya berbicara tentang kebersihan dapur dan suhu penyimpanan. Padahal, persyaratan labeling produk adalah bagian integral dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS). Label yang akurat dan komprehensif adalah puncak gunung es dari seluruh proses kontrol hazard yang telah dilakukan. Artikel ini akan membedah tuntas persyaratan labeling dalam kerangka ISO 22000, bukan dari teori semata, tetapi dari sudut pandang praktis di lapangan.

Apa Sebenarnya yang Diminta ISO 22000 Soal Labeling?

ISO 22000:2018 tidak mendikte secara detail font atau warna label Anda. Standar ini justru menetapkan prinsip dan kewajiban komunikasi yang harus dipenuhi. Intinya, semua informasi yang diperlukan untuk memastikan keamanan pangan harus diidentifikasi, dikelola, dan dikomunikasikan secara akurat di setiap tahap rantai pasok.

Label sebagai Bagian dari Komunikasi Interaktif

Klausul 7.4 dalam ISO 22000 secara eksplisit membahas komunikasi eksternal dan internal. Label produk adalah puncak dari semua komunikasi tersebut. Artinya, informasi pada label harus selaras dengan apa yang telah didokumentasikan dalam analisis bahaya (HACCP), program prasyarat (PRP), dan semua keputusan keamanan pangan lainnya. Misalnya, jika tim Anda telah mengidentifikasi kacang sebagai bahaya alergen, maka kehadiran atau kemungkinan kontaminasinya harus tercantum jelas pada label.

Konten Wajib: Lebih dari Sekadar Nama dan Kadaluarsa

Meski ISO 22000 merujuk pada peraturan hukum yang berlaku (seperti Peraturan BPOM di Indonesia), standar ini menekankan bahwa label harus memuat semua informasi untuk memastikan keamanan. Ini mencakup:

  • Identifikasi Produk dan Daftar Bahan: Lengkap, termasuk bahan tambahan pangan.
  • Informasi Alergen: Penekanan khusus pada bahan yang dikenal menyebabkan reaksi alergi.
  • Instruksi Penanganan dan Penyimpanan: Suhu, kelembaban, atau kondisi khusus lainnya untuk menjaga keamanan selama masa simpan.
  • Tanggal Kadaluarsa atau Best Before: Harus didasarkan pada studi ilmiah atau bukti yang terdokumentasi.
  • Informasi Kontak Produsen: Memungkinkan traceability (ketertelusuran) dan umpan balik konsumen.

Dalam pengalaman saya menangani audit, titik lemah sering pada “instruksi penggunaan”. Contoh, produk bubuk yang harus dilarutkan dengan air mendidih, jika hanya ditulis "larutkan dengan air panas", bisa berisiko jika air yang digunakan tidak cukup panas untuk membunuh patogen tertentu. Di sini, pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi tim pengembang produk dan QA menjadi krusial untuk menyelaraskan sains keamanan pangan dengan komunikasi konsumen.

Mengapa Proses Labeling Sering Jadi Titik Rawan?

Meski terlihat sederhana, fase pelabelan adalah momen di mana semua sistem yang telah dibangun diuji. Kesalahan di sini bisa menggugurkan semua upaya keamanan pangan sebelumnya.

Kesenjangan antara Development dan Regulatory Affairs

Seringkali, tim R&D fokus pada rasa, tekstur, dan umur simpan, sementara urusan klaim dan label diserahkan ke tim lain di akhir proses. Pendekatan silo ini berbahaya. Perubahan kecil dalam formulasi di menit-menit terakhir—seperti mengganti jenis emulsifier atau sumber protein—bisa berdampak besar pada persyaratan label, terutama terkait alergen atau klaim "bebas dari" tertentu. ISO 22000 menuntut pendekatan terintegrasi sejak awal.

Bahaya Terselubung di Balik Klaim "Natural" dan "Healthy"

Tren clean label dan klaim kesehatan adalah ladang ranjau. Menambahkan klaim seperti "tinggi serat" atau "rendah gula" bukan hanya masalah pemasaran, tetapi komitmen keamanan dan kepatuhan regulasi. Klaim tersebut harus didukung oleh data analitis yang valid dan sesuai dengan standar klasifikasi dan definisi yang diakui. Salah klaim bukan hanya melanggar BPOM, tetapi juga merusak trust yang merupakan inti dari ISO 22000.

Risiko Kontaminasi Silang dan Peringatan yang Tidak Jelas

Fasilitas yang memproduksi berbagai varian produk, misalnya yang mengandung kacang dan yang tidak, sangat rentan kontaminasi silang. Label "mungkin mengandung trace kacang" sering dijadikan solusi. Namun, dalam filosofi ISO 22000, pernyataan ini harus menjadi pilihan terakhir. Langkah pertama adalah mengupayakan segregasi produksi secara fisik dan waktu melalui program pembersihan yang rigor. Jika peringatan itu harus dicantumkan, itu harus berdasarkan penilaian risiko yang terdokumentasi, bukan sekadar alasan untuk tidak mengoptimalkan kontrol proses.

Bagaimana Membangun Sistem Labeling yang Robust dan Memenuhi ISO 22000?

Membangun sistem pelabelan yang kokoh membutuhkan kerangka kerja prosedural, teknologi, dan sumber daya manusia yang tepat.

Langkah Awal: Pemetaan dan Validasi Informasi

Buatlah master document untuk setiap produk yang memetakan semua informasi keamanan pangan dari hulu ke hilir. Dokumen ini harus menghubungkan:

  1. Spesifikasi bahan baku dari semua pemasok (pastikan Anda memiliki jaminan sertifikasi atau dokumen kesesuaian dari pemasok).
  2. Hasil analisis bahaya dan titik kendali kritis (HACCP).
  3. Data umur simpan (shelf-life study).
  4. Semua persyaratan regulasi lokal (BPOM) dan negara tujuan ekspor.

Dokumen induk ini kemudian menjadi satu-satunya acuan untuk membuat artwork label. Setiap perubahan formulasi atau sumber pasokan harus memicu review ulang dokumen induk dan label.

Menerapkan Prosedur Approval dan Change Control yang Ketat

Setiap perubahan label, sekecil apa pun, harus melalui alur persetujuan (approval workflow) yang melibatkan QA/QC, Regulatory Affairs, dan Legal. Gunakan sistem digital asset management untuk memastikan hanya versi label yang paling terkini dan telah disetujui yang digunakan di lini produksi. Prosedur change control ini adalah benteng terhadap kesalahan manusia yang mahal.

Audit dan Verifikasi Secara Berkala

Jangan anggap remeh proses cetak dan tempel. Lakukan audit rutin di gudang penyimpanan label dan di lini pengemasan untuk memastikan:

  • Kesesuaian antara label dan produk yang dikemas.
  • Kejelasan cetak (tanggal kadaluarsa harus mudah dibaca).
  • Tidak ada label versi lama yang tertinggal dan berpotensi tertukar.

Verifikasi ini harus terdokumentasi sebagai bagian dari internal audit sistem ISO 22000 Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan alat bantu seperti barcode verification system untuk mencegah kesalahan secara otomatis.

Membangun Kompetensi Tim yang Holistik

Persyaratan labeling adalah ilmu interdisipliner. Investasikan pada pelatihan tim Anda tidak hanya tentang ISO 22000, tetapi juga tentang regulasi label pangan yang terus diperbarui. Pemahaman yang mendalam akan membuat tim Anda proaktif, bukan reaktif. Sumber daya seperti platform konsultan terpercaya dapat menjadi mitra strategis untuk menjaga sistem Anda tetap up-to-date dan compliant terhadap evolusi standar dan regulasi.

Kesimpulan: Label yang Jelas adalah Cermin Sistem yang Sehat

Memahami persyaratan labeling dalam ISO 22000 pada akhirnya adalah tentang memahami bahwa label adalah narasi akhir dari perjalanan keamanan sebuah produk makanan. Ia bukan sekadar stiker, melainkan janji, kontrak, dan alat komunikasi yang penuh tanggung jawab. Dengan mendekatinya secara sistematis—melalui integrasi data, prosedur kontrol yang ketat, audit rutin, dan pengembangan kompetensi—perusahaan tidak hanya memenuhi syarat sertifikasi, tetapi juga membangun fondasi kepercayaan yang kokoh dengan konsumen.

Keamanan pangan dimulai dari kesadaran dan diakhiri dengan kejujuran. Apakah sistem pelabelan di perusahaan Anda sudah menjadi cermin dari komitmen keamanan pangan yang sesungguhnya? Jika Anda merasa perlu mendalami atau mereview sistem manajemen keamanan pangan dan aspek pelabelannya, jangan ragu untuk mencari ahli yang tepat. Kunjungi jakon.info untuk konsultasi lebih lanjut mengenai implementasi ISO 22000 dan aspek kepatuhan lainnya yang dapat membawa bisnis Anda ke tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.

About the author
Sebagai penulis artikel di sio.co.id

Novitasari

Novitasari adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan mendalam tentang strategi bisnis dan pasar yang luas, Novitasari membantu kliennya mengidentifikasi peluang baru, menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.

Sebagai seorang konsultan di Sio.co.id, Novitasari telah bekerja dengan berbagai perusahaan dari berbagai industri. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam analisis data dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar, yang memungkinkannya memberikan wawasan berharga kepada klien-kliennya.

Novitasari juga dikenal karena pendekatannya yang kolaboratif dan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak. Ia percaya bahwa kerjasama tim yang efektif adalah kunci untuk mengatasi tantangan bisnis dan mencapai hasil yang optimal.

Selain menjadi konsultan bisnis yang sukses, Novitasari juga aktif dalam berbagi pengetahuannya melalui menulis artikel untuk Sio.co.id. Artikel-artikelnya yang informatif dan berbobot telah membantu banyak pembaca untuk memahami lebih dalam tentang strategi bisnis, pengadaan tender, dan perencanaan bisnis.

Novitasari selalu bersemangat dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan bisnis yang kompleks, dan dia terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada setiap klien yang dia layani.

Sio.co.id membantu melakukan Persiapan Tender Perusahaan

Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek

Butuh Bantuan Profesional?

Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan Surat Ijin Alat (SIA), Surat Ijin Operatiro(SIO) dan Sertifikasi K3. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.

Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami

Sio.co.id sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.

Related Articles

Pencarian Populer

Banyak dicari pembaca minggu ini

Klik salah satu pencarian di bawah untuk melihat halaman layanan terkait. Jika kota Anda berbeda, konsultasikan kebutuhan Anda—kami bantu rekomendasikan halaman yang paling relevan.

Training & Sertifikasi Populer per Kota

Pilih program dan kota untuk melihat detail training dan jadwalnya.

Layanan Populer per Kota

Pilih layanan dan kota untuk melihat halaman yang relevan.

Layanan Penerbitan Ijin Badan Usaha dari urusizin.co.id

Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda dengan berbagai sertifikasi resmi yang diakui pemerintah dan industri.

SBUJK Jasa Konstruksi

Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan Anda memenuhi standar kompetensi dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pelajari Lebih Lanjut
SBUJPTL

Raih pengakuan resmi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SBUJPTL). Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi di sektor tenaga listrik.

Pelajari Lebih Lanjut
SKK Konstruksi

Tingkatkan profesionalisme dan keahlian Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas konstruksi dengan efektif.

Pelajari Lebih Lanjut
Bantuan CSMS Migas/Pertamina/PLN

Pastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dengan Contractor Safety Management System (CSMS). Sistem ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi kinerja keselamatan kontraktor, memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan.

Pelajari Lebih Lanjut
Sertifikat ISO 9001

Tingkatkan keunggulan operasional dan kepuasan pelanggan dengan Sertifikat ISO 9001, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Dengan sertifikasi ini, perusahaan Anda akan diakui memiliki proses yang efisien, konsisten, dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pelajari Lebih Lanjut
Sertifikat ISO 14001

Jadikan perusahaan Anda pelopor dalam pengelolaan lingkungan dengan memperoleh Sertifikat ISO 14001. Standar ini menunjukkan komitmen Anda terhadap praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan, mengurangi dampak negatif operasi bisnis terhadap lingkungan.

Pelajari Lebih Lanjut
Sertifikat ISO 27001

Lindungi aset informasi berharga perusahaan Anda dengan Sertifikat ISO 27001, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini membantu Anda menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem keamanan informasi.

Pelajari Lebih Lanjut
Sertifikat ISO 37001

Perangi praktik suap dan korupsi dengan Sertifikat ISO 37001, standar internasional untuk sistem manajemen anti-penyuapan. Dengan memperoleh sertifikasi ini, perusahaan Anda menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan integritas, serta kepatuhan terhadap hukum anti-suap.

Pelajari Lebih Lanjut
Sertifikat ISO 45001

Prioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan Sertifikat ISO 45001, standar internasional untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan sertifikasi ini, Anda menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan.

Pelajari Lebih Lanjut